INDF
Indofood Sukses Makmur TbkTentang INDF
INDF (Indofood Sukses Makmur Tbk) bergerak di sektor Konsumen Primer. Dalam dataset ini tercatat membagikan dividen pada 7 tahun, dengan 7 tahun beruntun terakhir. Dividen terakhir total Rp 290/lembar (tahun pembayaran 2026). Secara historis, tren jumlah relatif stabil, waktu pembagian sangat teratur. Bulan ex-date yang paling sering muncul adalah Juli. Angka di atas adalah data sekunder dan bukan saran investasi.
Analisis dividen
Kalkulator dividen
Estimasi penerimaan setahun berdasarkan dividen 12 bulan terakhir (Rp 290/lembar).
- Dividen bruto
- Rp 290.000
- PPh Dividen (0% Reinvestasi UU HPP)
- Rp 0 (Bebas Pajak)
- Diterima bersih (setahun)
- Rp 290.000
WNI: dividen bebas pajak (0%) bila direinvestasikan di NKRI sesuai UU HPP / PP 9/2021. Bila tidak, PPh final 10% disetor sendiri. Estimasi, bukan saran investasi.
Urutan tanggal dari event dividen terakhir. Bukan saran investasi.
- 1Cum-dateBeli paling lambat hari ini agar berhak dividen6 Juli 2026
- 2Ex-datePembeli baru tidak lagi berhak7 Juli 2026
- 3PembayaranDividen masuk rekening29 Juli 2026
Perilaku harga di sekitar dividen
Rata-rata dari 7 event dividen INDF (2020-2026), relatif pasar. Pola historis, bukan saran investasi.
Pola harga 5 event terakhir — cum-date = 100, garis merah = ex-date
Perkiraan jadwal berikutnya
- final: perkiraan ex-date sekitar 2–9 Juli 2027 (≈8 bulan lagi) · keyakinan tinggi · estimasi DPS ≈ Rp 278 (median 6 event final)
- Referensi: dividen terakhir Rp 290/lembar (2026).
Perkiraan pola historis — tanggal & estimasi DPS dari sampel, bukan jaminan. Bukan saran investasi.
Ingatkan saya
Jadwal INDF + pengingat H-1 sebelum ex-date — otomatis ikut terbarui saat tanggal berubah.
atau pantau radar dividen di TelegramGrafik historis
| Tahun | DPS (Rp) |
|---|---|
| 2020 | 278 |
| 2021 | 278 |
| 2022 | 278 |
| 2023 | 257 |
| 2024 | 267 |
| 2025 | 280 |
| 2026 | 290 |
Riwayat lengkap
2026· 1 eventtotal Rp 290 / lembar
- Finalkeyakinan tinggiRp 290 / lembarCum date · beli sebelum6 Juli 2026Ex date7 Juli 2026Pembayaran29 Juli 2026Yield4,2%
Final TB2025, RUPST akhir Jun 2026. Rp290/saham (total ~Rp2,54 T). [yield=close cum]
2025· 1 eventtotal Rp 280 / lembar
- Finalkeyakinan tinggiRp 280 / lembarCum date · beli sebelum1 Juli 2025Ex date2 Juli 2025Pembayaran23 Juli 2025Yield3,48%
Tahun buku 2024, payout ~28%. DPS tertinggi sejak TB2019.
2024· 1 eventtotal Rp 267 / lembar
- Finalkeyakinan tinggiRp 267 / lembarCum date · beli sebelum8 Juli 2024Ex date9 Juli 2024Pembayaran26 Juli 2024Yield4,3%
Tahun buku 2023, payout ~29%.
2023· 1 eventtotal Rp 257 / lembar
- Finalkeyakinan tinggiRp 257 / lembarCum date · beli sebelum6 Juli 2023Ex date7 Juli 2023Pembayaran26 Juli 2023Yield3,5%
Tahun buku 2022, payout ~35%.
2022· 1 eventtotal Rp 278 / lembar
- Finalkeyakinan tinggiRp 278 / lembarCum date · beli sebelum1 Agustus 2022Ex date2 Agustus 2022Pembayaran24 Agustus 2022Yield4,03%
Tahun buku 2021. [yield=close cum]
2021· 1 eventtotal Rp 278 / lembar
- Finalkeyakinan tinggiRp 278 / lembarCum date · beli sebelum6 September 2021Ex date7 September 2021Pembayaran29 September 2021Yield4,29%
Tahun buku 2020. [yield=close cum]
2020· 1 eventtotal Rp 278 / lembar
- Finalkeyakinan tinggiRp 278 / lembarCum date · beli sebelum23 Juli 2020Ex date24 Juli 2020Pembayaran14 Agustus 2020Yield4,13%
Tahun buku 2019, payout ~50%. [yield=close cum]
Pertanyaan umum tentang dividen INDF
Kapan INDF membagikan dividen berikutnya?⌄
Berdasarkan pola historis (ex-date paling sering di Juli), perkiraan ex-date INDF berikutnya sekitar Juli 2027. Perkiraan, bukan kepastian.
Berapa dividen terakhir INDF?⌄
Dividen terakhir INDF total Rp 290 per lembar untuk tahun pembayaran 2026.
Berapa yield dividen INDF?⌄
Yield tercatat terakhir INDF sekitar 4,2%. Yield berjalan (dividen 12 bulan terakhir dibagi harga terkini) ditampilkan otomatis di halaman INDF dan ikut bergerak mengikuti harga saham.
Apakah INDF rutin membagikan dividen?⌄
INDF tercatat membagikan dividen pada 7 tahun, termasuk 7 tahun beruntun terakhir dalam dataset ini.
Emiten serupa
Emiten lain di sektor Konsumen Primer.